Blog
Apa itu Pole Sign dan Jenis-jenisnya
Dalam dunia periklanan dan signage, tampilan visual yang mudah terlihat dari jarak jauh memiliki peran besar. Salah satu media yang dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut adalah pole sign. Meski sering terlihat di pinggir jalan besar atau area komersial, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami apa itu pole sign.
Nah, supaya tidak bingung, mari kita bahas pengertian pole sign, fungsinya, serta jenis-jenisnya secara mendalam.
Apa itu Pole Sign?
Pole sign adalah media reklame atau signage yang dipasang di atas tiang (pole) dengan ketinggian tertentu, sehingga dapat terlihat jelas dari jarak jauh. Umumnya, pole sign digunakan di area dengan lalu lintas tinggi seperti jalan raya, kawasan industri, SPBU, pusat perbelanjaan, dan area komersial.
Berbeda dengan signage dinding atau neon box biasa, pole sign menonjolkan ketinggian dan visibilitas sebagai keunggulan utama. Karena posisinya yang tinggi, media ini efektif menarik perhatian pengendara maupun pejalan kaki.
Selain itu, pole sign sering berfungsi sebagai penanda lokasi sekaligus media branding, terutama untuk bisnis yang berada agak masuk dari jalan utama.
Fungsi Pole Sign dalam Bisnis
Pole sign bukan sekadar papan nama besar. Media ini memiliki beberapa fungsi penting yang mendukung aktivitas bisnis secara langsung maupun tidak langsung.
Pertama, pole sign membantu meningkatkan visibilitas brand. Dengan ukuran besar dan posisi tinggi, nama atau logo bisnis lebih mudah dikenali dari kejauhan, bahkan oleh pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Kedua, pole sign berfungsi sebagai petunjuk lokasi. Untuk usaha yang tidak tepat berada di pinggir jalan utama, pole sign mempermudah calon pelanggan menemukan lokasi tanpa harus mencari terlalu lama.
Ketiga, pole sign juga berperan dalam membangun citra profesional dan kredibel. Tampilan signage yang kokoh, rapi, dan proporsional menciptakan kesan bahwa bisnis dikelola secara serius dan terpercaya.
Pole sign dapat dikatakan sebagai kombinasi antara media promosi dan penanda lokasi yang bekerja sepanjang waktu. Selama terpasang dengan baik dan dirancang sesuai identitas brand, pole sign mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi visibilitas dan eksistensi bisnis Anda.
Jenis-jenis Pole Sign
Pole sign hadir dalam berbagai jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, lokasi pemasangan, serta konsep visual yang ingin ditampilkan. Setiap jenis memiliki karakteristik, kelebihan, dan fungsi yang berbeda.
Dengan memahami jenis-jenis pole sign, Anda bisa menentukan pilihan yang paling efektif, baik dari sisi visibilitas, kekuatan struktur, maupun anggaran. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Single Pole Sign
Single pole sign merupakan jenis pole sign yang paling umum digunakan. Seperti namanya, signage ini ditopang oleh satu tiang utama yang berdiri kokoh di bagian tengah atau samping struktur.
Jenis ini banyak dipilih karena desainnya relatif sederhana dan fleksibel. Bentuk papan sign bisa disesuaikan, mulai dari kotak, persegi panjang, hingga desain custom sesuai identitas brand.
Dari sisi penggunaan, single pole sign cocok untuk toko, restoran, bengkel, minimarket, atau usaha skala menengah yang membutuhkan penanda lokasi yang jelas tanpa struktur terlalu besar.
Selain itu, biaya pembuatan dan pemasangan single pole sign cenderung lebih ekonomis dibanding jenis lain, sehingga sering menjadi pilihan pertama bagi banyak pelaku usaha.
2. Double Pole Sign
Berbeda dengan single pole, double pole sign menggunakan dua tiang penyangga yang dipasang sejajar. Struktur ini memberikan kekuatan tambahan, terutama untuk signage berukuran besar dan berat.
Karena lebih stabil, double pole sign sering digunakan di area terbuka dengan terpaan angin tinggi atau lokasi strategis dengan lalu lintas padat. Dua tiang membantu menjaga keseimbangan signage dalam jangka panjang.
Jenis ini juga memungkinkan penggunaan papan sign yang lebih lebar dan tinggi. Dengan begitu, informasi yang ditampilkan bisa lebih banyak dan mudah dibaca dari jarak jauh.
Secara visual, double pole sign memberikan kesan lebih kokoh dan eksklusif. Inilah alasan mengapa jenis ini sering dipakai untuk kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, dan area komersial besar.
3. Pylon Sign
Pylon sign merupakan pengembangan dari konsep pole sign dengan desain yang lebih modern dan menyatu dari bawah hingga atas. Struktur ini biasanya berbentuk vertikal penuh tanpa terlihat seperti papan yang “menempel” di tiang.
Jenis ini sering digunakan oleh SPBU, hotel, rumah sakit, dan kawasan komersial dengan banyak tenant. Pylon sign mampu menampilkan logo utama sekaligus informasi tambahan dalam satu struktur.
Dari segi tampilan, pylon sign terlihat lebih elegan dan premium. Desainnya yang tinggi dan ramping membuat signage tampak dominan tanpa terlihat kaku.
Meskipun biaya pembuatannya relatif lebih tinggi, pylon sign menawarkan nilai branding yang kuat dan daya tahan tinggi untuk penggunaan jangka panjang.
4. Pole Sign dengan Pencahayaan LED
Pole sign dengan pencahayaan LED dirancang untuk tetap terlihat jelas, baik siang maupun malam hari. Sistem pencahayaan bisa berupa lampu sorot dari luar atau lampu LED yang menyala dari dalam signage.
Jenis ini sangat efektif untuk lokasi dengan aktivitas malam yang tinggi, seperti jalan utama, area komersial, dan kawasan kuliner. Cahaya membantu meningkatkan visibilitas sekaligus daya tarik visual.
Selain meningkatkan keterbacaan, pencahayaan LED juga memberikan kesan modern dan profesional pada tampilan signage. Warna dan logo terlihat lebih hidup, terutama di kondisi minim cahaya.
Walaupun membutuhkan biaya tambahan, pole sign berlampu LED sering dianggap sebagai investasi branding karena bekerja efektif selama 24 jam.
5. Pole Sign Non-Lighting
Pole sign non-lighting adalah jenis pole sign tanpa sistem pencahayaan tambahan. Media ini mengandalkan ukuran, warna, dan posisi strategis untuk menarik perhatian.
Jenis ini cocok digunakan di area yang sudah memiliki pencahayaan lingkungan yang baik, seperti kawasan industri atau area perkantoran yang terang di malam hari.
Dari sisi biaya, pole sign non-lighting lebih ekonomis karena tidak memerlukan instalasi listrik dan perawatan lampu. Proses pemasangannya pun relatif lebih sederhana.
Meski tanpa lampu, desain yang tepat tetap mampu membuat pole sign non-lighting terlihat profesional dan fungsional sebagai penanda lokasi.