Articles

Totem Sign Tidak Selalu Cocok, Ini Alasannya

Totem Sign Tidak Selalu Cocok

Totem sign dikenal sebagai signage tinggi yang efektif menarik perhatian dari jarak jauh. Banyak hotel, kawasan komersial, dan pusat bisnis menggunakan totem sign sebagai penanda utama lokasi. Namun, meskipun terlihat ideal, totem sign tidak selalu cocok untuk semua jenis bisnis dan lokasi.

Sebelum memutuskan menggunakan totem sign, pemilik usaha perlu memahami keterbatasannya. Dengan mengetahui alasan-alasan tertentu, keputusan signage dapat dibuat lebih tepat dan sesuai kebutuhan. Berikut pembahasan lengkapnya.


Apa Itu Totem Sign?

Totem sign adalah media signage berbentuk vertikal yang berdiri sendiri dan umumnya dipasang di area outdoor. Tingginya dirancang agar terlihat dari jarak jauh, terutama oleh pengendara.

Selain menampilkan nama dan logo, totem sign sering dilengkapi pencahayaan agar tetap terlihat pada malam hari. Karena posisinya yang strategis, totem sign sering berfungsi sebagai landmark visual suatu lokasi.

Namun, karakteristik inilah yang juga menjadi keterbatasan dalam kondisi tertentu.


Mengapa Totem Sign Tidak Selalu Cocok?

Meski memiliki visibilitas tinggi, totem sign membutuhkan kondisi lokasi yang sesuai. Tanpa pertimbangan matang, pemasangan totem sign justru dapat menjadi kurang efektif atau bahkan merugikan.

Oleh karena itu, penting memahami alasan-alasan berikut sebelum memilih totem sign sebagai media signage utama.


Totem Sign Tidak Selalu Cocok, Ini Alasannya

Meskipun totem sign sering dianggap sebagai solusi signage yang paling mencolok dan mudah terlihat, penggunaannya tidak bisa disamaratakan untuk semua kondisi. Setiap lokasi bisnis memiliki karakter, keterbatasan, dan kebutuhan visual yang berbeda-beda.

Tanpa perencanaan yang matang, totem sign justru bisa menjadi kurang efektif, terlalu dominan, atau tidak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan menggunakan totem sign, penting untuk memahami situasi di mana jenis signage ini kurang tepat. Berikut beberapa alasan utama mengapa totem sign tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi setiap bisnis.

1. Membutuhkan Lahan yang Cukup Luas

Totem sign memerlukan area khusus untuk pemasangan. Bisnis dengan lahan terbatas sering kesulitan menyediakan ruang yang memadai.

Jika dipaksakan, totem sign dapat mengganggu akses kendaraan atau pejalan kaki. Selain itu, pemasangan di area sempit sering terlihat tidak proporsional.

Dalam kondisi ini, signage dinding atau letter sign menjadi alternatif yang lebih tepat.


2. Biaya Produksi dan Instalasi Relatif Tinggi

Totem sign membutuhkan struktur kuat, pondasi, dan material penopang yang kokoh. Proses instalasi ini berdampak langsung pada biaya.

Dibanding papan nama biasa, biaya pembuatan totem sign memang lebih tinggi. Oleh karena itu, tidak semua bisnis siap dengan investasi tersebut.

Jika anggaran terbatas, pilihan signage lain bisa memberikan hasil lebih efisien.


3. Memerlukan Izin dan Regulasi Khusus

Pemasangan totem sign umumnya memerlukan izin dari pemerintah daerah. Beberapa wilayah memiliki aturan ketat terkait tinggi, ukuran, dan lokasi signage.

Proses perizinan bisa memakan waktu dan tenaga. Tanpa izin yang lengkap, signage berisiko harus dibongkar.

Hal ini membuat totem sign tidak selalu praktis untuk bisnis yang membutuhkan pemasangan cepat.


4. Tidak Efektif untuk Lokasi dengan Lalu Lintas Rendah

Totem sign dirancang untuk menarik perhatian dari jarak jauh. Jika lalu lintas di sekitar lokasi rendah, efektivitasnya menurun.

Dalam kondisi ini, totem sign tidak memberikan nilai tambah signifikan dibanding signage biasa. Investasi besar pun menjadi kurang sebanding.

Untuk area sepi, signage yang lebih fokus pada pengunjung langsung sering lebih efektif.


5. Bisa Tertutup atau Tersamarkan Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar sangat memengaruhi visibilitas totem sign. Pepohonan, bangunan tinggi, atau papan iklan lain dapat menghalangi pandangan.

Jika posisi dan tinggi tidak direncanakan dengan tepat, totem sign bisa tenggelam di antara visual lain.

Akibatnya, fungsi utama sebagai penanda jarak jauh tidak tercapai.


6. Kurang Fleksibel Jika Brand Mengalami Perubahan

Totem sign bersifat permanen dan sulit diubah. Jika bisnis mengganti logo, nama, atau konsep visual, penyesuaian menjadi rumit.

Perubahan biasanya memerlukan pembongkaran atau pembuatan ulang struktur signage. Proses ini tentu memakan biaya dan waktu.

Bagi bisnis yang sering rebranding, totem sign menjadi kurang fleksibel.


7. Tidak Selaras dengan Konsep Visual Tertentu

Untuk brand yang mengusung konsep minimalis atau elegan, totem sign bisa terasa terlalu dominan. Tampilan yang besar dan tinggi tidak selalu selaras dengan estetika bangunan.

Dalam beberapa kasus, signage yang lebih sederhana justru mampu menyampaikan identitas brand dengan lebih baik.

Oleh karena itu, kesesuaian konsep visual perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.


8. Tidak Optimal untuk Area Indoor atau Kompleks Tertutup

Totem sign dirancang untuk area outdoor dan jarak pandang jauh. Di area indoor, mall, atau kawasan tertutup, fungsi ini menjadi kurang relevan.

Selain itu, ruang indoor biasanya sudah memiliki sistem wayfinding sendiri. Totem sign justru bisa terlihat tidak efektif atau tidak proporsional.

Dalam lingkungan seperti ini, signage dinding atau hanging sign sering menjadi pilihan yang lebih tepat.


9. Membutuhkan Perawatan dan Pengecekan Struktur Berkala

Totem sign berdiri sendiri dan terpapar langsung cuaca seperti hujan, panas, dan angin. Kondisi ini membuat struktur, sambungan, dan pondasi perlu dicek secara berkala agar tetap aman.

Jika perawatan diabaikan, risiko kerusakan struktural bisa meningkat, terutama pada area dengan cuaca ekstrem. Selain menurunkan fungsi visual, kondisi ini juga dapat menimbulkan masalah keamanan.

Karena alasan tersebut, totem sign kurang cocok untuk bisnis yang ingin signage dengan perawatan minimal dan biaya operasional rendah.


FAQ tentang Totem Sign

Apakah totem sign selalu cocok untuk hotel?

Sering cocok, tetapi tetap tergantung lokasi, luas lahan, dan regulasi setempat.

Apakah totem sign wajib menggunakan pencahayaan?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan agar tetap terlihat pada malam hari.

Kapan totem sign sebaiknya tidak digunakan?

Saat lahan sempit, anggaran terbatas, atau konsep brand tidak mendukung signage besar.

Apa alternatif selain totem sign?

Letter sign, neon box, atau signage dinding sering menjadi alternatif yang lebih fleksibel.


Kesimpulan

Totem sign memang efektif dalam banyak situasi, tetapi tidak selalu cocok untuk setiap bisnis. Keterbatasan lahan, biaya, regulasi, hingga kesesuaian konsep menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya.

Bingung menentukan apakah totem sign cocok untuk bisnis Anda?
Bentang Advertising siap membantu menganalisis lokasi dan merekomendasikan solusi signage paling tepat sesuai kebutuhan.

Alamat: Jalan AMD X No.32 Rt.001 Rw.009, Kreo, Larangan, Kota Tangerang, Banten, Indonesia
WhatsApp: +62 819 196 888 11
Email: bentangadvertising@gmail.com

Konsultasikan sekarang agar pilihan signage Anda tepat, efektif, dan sesuai konsep bisnis.

Kami juga menyediakan jasa pembuatan huruf timbul | neon box | neon sign | papan nama | polesign.