Articles

7 Jenis Bahan Neon Box yang Paling Sering Dipakai

Jenis Bahan Neon Box – Neon box adalah salah satu media promosi yang paling efektif untuk bisnis karena mampu menarik perhatian, baik siang maupun malam. Namun, hasil maksimal dari signage ini tidak hanya ditentukan oleh desain dan pencahayaan, melainkan juga oleh jenis bahan neon box yang digunakan. Setiap bahan memiliki karakteristik berbeda, mulai dari tampilan visual, daya tahan, hingga biaya produksi.

Sebagai jasa pembuatan neon box, Bentang Advertising selalu menekankan pentingnya memilih material sesuai kebutuhan. Dengan bahan yang tepat, neon box dapat bertahan lama, mudah dirawat, serta menampilkan branding perusahaan dengan profesional.

7 Jenis Bahan Neon Box yang Paling Sering Dipakai

1. Neon Box Akrilik
Akrilik menjadi pilihan populer karena memiliki tampilan yang bening dan elegan. Bahan ini sangat baik dalam menyebarkan cahaya, sehingga hasil pencahayaan LED terlihat terang dan merata. Warna juga terlihat lebih tajam, membuat logo atau tulisan tampak jelas dari kejauhan. Karena sifatnya ringan, akrilik juga memudahkan proses instalasi. Inilah alasan banyak perusahaan dan ritel memilih akrilik sebagai bahan utama neon box.

Selain estetikanya, akrilik memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca. Material ini tidak mudah pudar meski terkena sinar matahari dan hujan dalam jangka panjang. Perawatannya pun cukup sederhana, hanya dengan pembersihan rutin agar tetap terlihat baru. Biaya pembuatan neon box akrilik memang relatif lebih tinggi dibanding vinyl, tetapi kualitas visual yang dihasilkan sepadan dengan investasi.

2. Neon Box Vinyl
Vinyl adalah bahan fleksibel yang sering digunakan untuk neon box berukuran besar. Bahan ini berupa kain khusus yang bisa dicetak dengan berbagai desain dan warna. Keunggulan vinyl terletak pada kemampuannya memancarkan cahaya lembut, sehingga tampilan neon box tidak terlalu tajam namun tetap jelas. Vinyl juga cocok untuk promosi musiman karena relatif mudah diganti.

Selain fleksibilitas, vinyl menawarkan harga yang lebih ekonomis dibanding akrilik. Dengan teknologi printing modern, detail desain bisa ditampilkan dengan akurat. Namun, daya tahannya sedikit lebih rendah sehingga perlu penggantian setelah beberapa tahun. Meski begitu, neon box vinyl tetap menjadi solusi populer untuk bisnis dengan anggaran terbatas tetapi ingin tampilan visual menarik.

3. Neon Box Aluminium
Aluminium banyak digunakan untuk kerangka atau body neon box karena kuat, ringan, dan tahan karat. Bahan ini cocok untuk penggunaan jangka panjang, terutama pada signage outdoor yang sering terpapar cuaca ekstrem. Selain fungsional, aluminium juga memberikan kesan modern dan profesional. Warna finishing bisa disesuaikan, misalnya powder coating untuk meningkatkan estetika.

Keunggulan aluminium adalah sifatnya yang tahan lama dan perawatan rendah. Bahan ini tidak mudah bengkok atau berkarat, sehingga lebih aman untuk pemasangan luar ruangan. Walaupun biaya awalnya lebih tinggi dibanding bahan besi biasa, aluminium memberikan nilai lebih dalam hal umur pakai. Cafe, toko, hingga perusahaan besar banyak yang memilih aluminium sebagai konstruksi neon box mereka.

4. Neon Box Galvanis
Galvanis merupakan bahan besi yang dilapisi seng untuk mencegah karat. Neon box dengan kerangka galvanis cukup kuat dan tahan terhadap cuaca. Bahan ini sering dipakai sebagai alternatif aluminium dengan harga lebih terjangkau. Ketahanan galvanis menjadikannya populer untuk penggunaan luar ruangan.

Kelemahannya, galvanis cenderung lebih berat dibanding aluminium. Proses pemasangan bisa lebih rumit dan membutuhkan konstruksi tambahan agar aman. Namun, jika dipasang dengan benar, neon box galvanis bisa bertahan lama. Untuk bisnis dengan anggaran menengah, galvanis adalah pilihan efisien.

5. Neon Box Stainless Steel
Stainless steel memberikan tampilan mewah dan elegan. Bahan ini biasanya digunakan pada neon box huruf timbul dengan pencahayaan backlit. Efek visual yang dihasilkan sangat menonjol, membuat brand terlihat lebih eksklusif. Stainless steel juga sangat tahan terhadap korosi, sehingga cocok untuk penggunaan outdoor.

Meski harganya relatif mahal, stainless steel sering dipilih untuk bisnis premium seperti restoran, hotel, atau butik. Kekuatan dan keindahannya membuat signage terlihat profesional dan awet. Neon box stainless steel juga memberikan kesan prestise bagi brand.

6. Neon Box Polycarbonate
Polycarbonate adalah bahan plastik berkualitas tinggi yang memiliki daya tahan lebih baik dibanding akrilik. Bahan ini tahan terhadap benturan sehingga cocok untuk area outdoor dengan risiko tinggi. Polycarbonate juga mampu menyebarkan cahaya dengan baik, membuat tampilan neon box tetap terang dan merata.

Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas desain. Polycarbonate bisa dibentuk sesuai kebutuhan dan tersedia dalam berbagai warna. Namun, harga polycarbonate biasanya lebih tinggi dibanding akrilik. Meski begitu, investasi ini sepadan untuk signage yang memerlukan durabilitas ekstra.

7. Neon Box ACP (Aluminium Composite Panel)
ACP atau Aluminium Composite Panel digunakan sebagai pelapis luar neon box. Material ini terdiri dari lapisan aluminium dengan inti plastik, sehingga kuat tetapi ringan. ACP memberikan tampilan yang modern dan rapi, sering digunakan untuk neon box ukuran besar. Selain itu, ACP tahan terhadap cuaca dan memiliki banyak pilihan warna.

Neon box dengan bahan ACP biasanya dipadukan dengan akrilik atau huruf timbul. Kombinasi ini menciptakan signage yang estetik sekaligus tahan lama. Cafe, kantor, hingga pusat perbelanjaan banyak memilih ACP karena tampilannya yang profesional.

Estimasi Biaya Berdasarkan Jenis Bahan Neon Box

Biaya pembuatan neon box berbeda tergantung bahan yang digunakan. Neon box akrilik LED biasanya mulai dari Rp1,2 juta per m². Vinyl lebih murah, kisaran Rp800 ribu – Rp1 juta per m². Aluminium dan ACP berada di kisaran Rp1,5–2,5 juta per m². Stainless steel bisa lebih tinggi, sekitar Rp2,5–3 juta per m².

Pemilihan bahan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan branding dan lokasi pemasangan. Vendor profesional seperti Bentang Advertising akan membantu menghitung estimasi biaya sesuai desain dan anggaran bisnis Anda.

Pertanyaan Umum tentang Jenis Bahan Neon Box

Apakah akrilik lebih bagus daripada vinyl?
Akrilik lebih unggul dari segi estetika dan daya tahan, sedangkan vinyl lebih fleksibel dan ekonomis.

Apakah aluminium hanya untuk rangka neon box?
Tidak, aluminium juga bisa digunakan sebagai body neon box karena ringan dan tahan karat.

Berapa lama umur neon box berbahan akrilik?
Dengan perawatan rutin, neon box akrilik bisa bertahan hingga 8–10 tahun.

Apakah stainless steel cocok untuk semua bisnis?
Stainless steel lebih cocok untuk bisnis premium karena tampilannya mewah dan biayanya relatif tinggi.

Bagaimana cara merawat neon box agar tahan lama?
Cukup bersihkan permukaan secara rutin dan lakukan pengecekan kelistrikan setiap beberapa bulan.

Informasi Pemesanan

Untuk pemesanan jenis bahan neon box yang paling sering dipakai, atau kebutuhan signage lain seperti huruf timbul, billboard, reklame, baliho, papan nama, hingga neon sign custom, hubungi Bentang Advertising.

Alamat: Jalan AMD X No.32 Rt.001 Rw.009, Kreo, Larangan, Kota Tangerang, Banten, Indonesia
Office WhatsApp: +62 819 196 888 11
Email: bentangadvertising@gmail.com

Bentang Advertising siap menghadirkan neon box dengan berbagai pilihan bahan sesuai kebutuhan Anda. Dengan material premium, desain kreatif, dan pemasangan profesional, bisnis Anda akan tampil menonjol, menarik perhatian, serta memiliki identitas visual yang kuat.